Syair Islami

Hasan Al-Bashri berkata:
dalam taubat ada lima pepatah
kekayaan terwujud dalam qana'ah
keselamatan terwujud dalam uzlah
keagungan terbangun dan mencegah nafsu serakah
kegembiraan tercipta sejak di alam barzah
dan alam dunia menuntut sikap tabah

Rasulullah SAW, bersabda:
jaga lima sebelum datangnya lima
jaga muda sebelum tuamu
jaga sehat sebelum sakitmu
jaga kaya sebelum fakirmu
jaga hidup sebelum matimu
dan jaga lapang sebelum sibukmu

Yahya bin Mu'adz Ar-Razy berkata:
jika seseorang banyak makan,
tentu banyak dagingnya
jika banyak dagingnya, tentu
besar syahwatnya
jika besar syahwatnya, tentu banyak dosanya
jika banyak dosanya, tentu keras hatinya
dan jika keras hatinya, ia akan tenggelam dalam kehidupan fana

Sufyan Ats-Tsauni mengatakan:
orang fakir punya lima pilihan
yang berbeda dengan pilihan orang kaya
orang fakir memilih ketenangan jiwa, kelapangan dada
mengabdi Yang Maha kuasa, ringan hisab amalnya
dan derajat tinggi di dalam surga
sedang orang kaya, bersibuk diri dengan benda,
gelisah akibat harta, menghamba diri pada materi,
berat hisab amalnya, dan derajat rendah di alam baka

Abdullah Al-Anthaqi mengatakan:
obat hati ada lima, makan sekedarnya,
membaca Al-Qur'an, berkumpul orang bijaksana,
shalat malam selalu dijaga dan
dzikir malam berlam berlama-lama

Rasulullah SAW, bersabda:
di balik limpahan harta,
tersimpan lima tipu daya
pertama, kesulitan menyatukannya
kedua, sibuk berdo'a demi keselamatannya
ketiga, khawatir ada perampok akan menjarahnya
keempat, memungkinkan predikat bakhil pada empunya
kelima, menjauhkan diri dari keakraban bersama
dan dibalik derma, tersimpan lima rahasia
membawa empunya pada ketenangan jiwa
tak perlu berdo'a untuk keselamatannya
aman dari perampok yang mengintainya
menyandang predikat insan penderma
dan merasa tentram bersama sesama insan

Jumhur ulama menyatakan:
kebenaran berpikir terletak pada lima
sebab di sana membuahkan sesuatu yang berguna
berpikir tentang tanda-tanda kebesaran Allah
membuahkan pengesaan dankeyakinan
berpikir tentang nikmat dan anugrah Allah,
membuahkan syukur dan kecintaan
berpikir tentang janji-janji Allah
membuahkan rindu akan hari pembalasan
berpikir tentang ancaman Allah
membuahkan takut dosa dan pengagungan Allah
dan berpikir tentang kemurkaan Allah
membuahkan sikap kewaspadaan

Rasulullah SAW, bersabda:
mengujungi saudara, berarti menjaga rahasia
berderma pada sesama, berarti melindungi harta benda
berhati tulus, berarti menjaga amal mulia
berjiwa jujur, berarti menjaga alur kata-kata
dan bermusyawarah, berarti mengasah logika

Sufyan Ats-Tsauri mengatakan:
tak ada orang kaya
yang mampu terlepas
dari lima perkara
serakah, gegabah, bakhil, ambisi
dan lupa mati

Khatim Al-Asham mengatakan:
tergesa-gesa adalah tipu daya setan,
kecuali pada lima perbuatan
menyuguhi tamu begitu ia tiba
mengurus jenazah begitu ajal merenggutnya
menikahkan seorang gadis begitu menginjak dewasa
membayar hutang begitu sampai jatuh temponya
dan segera bertobat begitu terlanjur berbuat dosa

Muhammad bin Ad-dun berkata:
iblis celaka akibat lima
tidak mengaku berbuat dosa
tidak menyesali tingkah lakunya
tidak meratapi nasib dirinya
tidak ingin bertobat pada Tuhannya
dan memutuskan diri dari rahmat-Nya
sedang akibat lima pula Adam AS sejahtera
mengaku berbuat dosa
menyesali perbuatannya
meratapi betapa aib dirinya
bertobat pada Tuhannya
dan selalu berusaha menggapai rahmat-Nya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar